5 Pelajaran dari Orang Gila di Buku Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya
Melalui buku Merasa Pintar Bodoh Saja Tidak yang di tulis oleh Rusdi Mathari tauhidku ditonjok sekeras-kerasnya.
Tulisan dibuku ini dilatari suasana kampung kebanyakan di daerah jawa yang sederhana, polos dan apa adanya. Penyajiannya penuh komedi satire sarat makna yang buat aku cekikikan sekaligus berpikir, mengintropeksi diri tentang hablum minallah, hablum minannas ku selama ini.
Ada banyak pesan yang disajikan buku yang diambil dari tulisan serial Ramadhan di website Mojok.co ini, namun satu yang paling mengena di pikiranku di bagian yang berjudul "Ikan Mencari Air, Mat Piti Mencari Allah"
Diceritakan disitu Mat Piti yang penasaran atas penjelasan Cak Dlahom tentang makna menyaksikan, arti dua kalimat syahadat.
Cak Dlahom katakan kalau Allah itu bisa disakisakan (secara kasat mata) ke Mat Piti dengan dalil Al-Qur'an "Dialah yang awal dan akhir, yang tampak dan tak tampak, dan dia yang mengetahui segala sesuatu" Tapi kenapa Mat Piti tidak bisa melihatnya secara langsung.
Karena penasaran itu, sehabis tarawih Mat Piti menggunjungi Cak Dlahom yang sedang memancing di tempi danau menggunakan umpan pucuk jagung muda.
Jadi, dalam cerita ini Cak Dlahom ini dikenal tidak waras oleh warga kampung, tapi dia pernah nyantri. Setiap ocehannya mengandung sarat makna yang membuat warga kampung berpikir ulang tentang ibadahnya.
"Apa benar Allah itu tampak?" Mat Piti penasaran
"Allah sendiri yang bilang, Mat. Bukan aku"
"Saya ingin tahu saja, Cak, kaya apa Allah itu."
"Mat, kamu kira Allah itu artis? Kamu kira, Allah kaya ustaz-ustaz di televisi itu?"
"Jadi terus gimana cak..."
"Ikan-ikan itu tidak tahu bahwa selama ini mereka sudah berada di air. Setiap saat."
"Kok lucu sih ikan-ikan itu. Ada di air malah mencari di mana air."
"Sama lucunya dengan kamu, Mat."
"Kok saya, Cak?"
"Karena kamu selalu bertanya dan ingin mencari Allah, padahal Allah meliputimu setiap saat. Lebih dari denyutan nadi yang paling halus yang pernah kamu dengar atau kamu rasakan."
"Iya, Cak, terima kasih saya diberi tahu..."
"Persoalannya, bagaimana kamu mau mengenali Allah sementara salatmu baru sebatas gerakan lahiria. Sedekahmu masih kau tulis di pembukuan laba rugi kehidupanmu. Ilmumu kau gunakan mencuri atau membunuh saudaramu. Kamu merasa pintar sementara bodoh saja tak punya..."
Ada banyak pesan lagi didalam buku ini. Secagai catatan pribadai aku akan rangkum pesan-pesan itu ditulisan ini, agar suatu saat aku masih bisa membacanya kembali.
Jujur pada Allah
Cara Ikhlas Bersedekah
Seandainya Iblis tidak Ada dan Menggoda
Menyelesaikan Kewajiban Itu Biasa
Apa Kita Harus Punya Jabatan?
Reviewed by Iskan Badai
on
August 16, 2021
Rating: 5
