Cara Terbaik Berdamai dengan Patah Hati
Ada yang bilang cara terbaik mengobati patah hati adalah dengan cara jatuh hati. Walau sebenarnya jatuh menyebabkan patah juga, tapi sepertiya perlu dicoba.Awalnya aku coba-coba (suara disamarkan) tapi kok jadi ketagihan nulis lagi. Yang tadinya ingin nulis kisah-kisah emakku, tapi setelah ditelaah jauh lebih dalam, banyak sedihnya yang mungkin orang lain menganggapnya cengeng.Menulis adalah cara terbaik merekatkan hati yang telah patah.Beberapa bulan belakangan ini ada sesuatu yang sakit tapi lebih dari luka. Luka tapi nggak berdarah. Ada sesuatu yang hilang tapi tidak dicuri. Namanya patah hati.Mengalami patah hati sekaligus depresi karena kerjaan yang nggak pernah berhenti bikin burnout setengah mati. Nonton video-video konyol di timeline socmed cuma bikin pikiran teralihkan sejenak. Mirip narkoba. Setelahnya lagi dan lagi garuk-garuk jendela kostan.Nasehat klas(tox)ik yang diutarakan orang-orang sekitar ketika kamu lagi patah hati:“Sabar, masih banyak kok yang mau sama kamu”“Tenang, dunia nggak selebar daun kelor”“Banyak-banyak bersyukur”Nggak cukup ngobati.(*Betapa sulitnya nulis, ketika kucing demen naik ke keyboard laptop)Tapi aku bersyukur punya temen yang sudah memberikan saran-saran dan masukan. Akhirnya terbesit dipikiranku.“Cara mengobati pata hati adalah dengan jatuh hati. Karena dia yang pergi terobati oleh hati yang baru.”Dan suatu waktu seorang teman kantor sedang ngobroli Islamic Book Fair dan mengatakan bahwa ada sebuah buku yang bagus “Filosofi Teras”Dan karena kegabutan, burnout hari-hari mantengi dunia Digital Marketing, akhirnya aku searching dan ngelihat review nya di youtube.Apa salahnya mempelajari hal yang baru, filsafat. Tanpa pikir panjang aku pesan online dan 7 hari kemudian barang iu baru sampai (tetep bintang 5 walau ngeseli)Paragraf demi paragraf dibaca disela-sela waktu yang biasanya ku gunakan untuk menonton video-video unfaedah di socmed.Banyak hal yang ku dapatkan dari filosofi teras atau bahasa aslinya filosofi stoa. Filosofi hidup yang ternyata di dalamnya adalah nilai-nilai luhur orang tua kita, agama kita.Bahwa manusia itu mempunyai akal, rasional yang bisa kita gunakan untuk berpikir dibanding dengan mahluk hidup lainnya.Karena itu udah jadi seharusnya manusia hidup selaras dengan alam. Menerima dan berdamai dengan apa yang terjadi. Termasuk patah hati.Seperti halnya konsep takdir di agama Islam, ada takdir yang tidak bisa diubah dan takdir yang dapat kita ubah.Penganut stoa meyaini bahwa di dunia ini ada hal-hal yang didalam kendali kita dan ada hal-hal yang diluar kendali kita.Pata hati akibat ditinggal pergi oleh orang terkasih adalah hal di luar kendali kita. Kita tidak bisa mengendalikan sikap orang lain seperti yang kita inginkan. Atau kita tidak bisa memaksa orang lain untuk tetap bersama kita.Karena orang tidak bisa saja pergi jika menemukan tempat yang lebih nyaman atau dia pergi karena hal diluar kendali mereka sendiri. Mati misalnya.Tapi paling tidak kita masih punya hal-hal yang bisa kita kendalikan. Kita mencari pengganti atas apa yang sudah pergi, tetap melihat feeds instagramnya dengan yang lain. Dengan cara menerima dan berdamai dengan pikiran dan hati kita atas apa-apa yang tidak bisa kita kendalikan.Kita tetap bisa melakukan apa yang bisa kita kendalikan, misalnya berdoa di sepertiga malam“Ya Allah jadikan dia jodohku. Jika dia jodoh orang lain, jadikan aku orang lain itu.”Sampai sini aku sudah menemukan pengganti untuk mengobati pata hati, yaitu mencintai apa-apa yang ada pada kendaliku; pikiran dan hati ku sendiri.Kita bisa saja mencari hati yang baru, tapi selama hati yang kita inginkan diluar kendali kita, bisa jadi hal yang sama terulang kembali.Jadi kenapa tidak bergantung pada Tuhan, pemilik penuh kendali alam semesta.
Cara Terbaik Berdamai dengan Patah Hati
Reviewed by Iskan Badai
on
March 27, 2020
Rating: 5